Klik Me...

Featured Video

Jumat, 27 Januari 2012

Perpustakaan Digital Griya Pustaka


Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, meke keberadaan Perpustakaan Sekolah pun sangatlah mutlak diperlukan. begitu juga dengan SDN 2 Mojosari, sekolah yang terletak di kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang Jawa Tengah ini pun tengah bersiap diri untuk pengoptimalan Perpustakaan sebagai gudang referensi bagi para siswa dan para warga sekolah pada umumnya. sekolah yang Mencirikan diri sebagai sekolah Ramah Anak dan berbasis Teknologi ini telah memiliki gedung Perpustakaan yang memadai, dengan koleksi lebih dari 1000 judul buku. Berkenaan dengan Pengembangan Perpustakaan sebagai vitalis dari sistem belajar mengajar, maka, diperlukan pula pegawai pengelola perpustakaan yang memadai dan berkompeten.
Pada Februari 2012 ini, SDN 2 Mojosari secara resmi memutuskan untuk melaksanakan program "Revitalisasi Perpustakaan, Pengoptimalan Bahan Referensi". Acara Seremonial untuk Pengoptimalan Perpustakaan ini dimulai dengan melakukan persiapan-persiapan yang telah berlangsung selama 2 bulan ini. Dimulai dengan pengiriman Delegasi untuk Pelatihan kepala Perpustakaan Pada Bulan Desember 2011 lalu, pembenahan infrastruktur perpustakaan, hingga peresmian Pembukaan Perputakaan SDN 2 Mojosari. Pada Februari ini, perpustakaan yang diberi nama "GRIYA PUSTAKA" ini diresmikan. dan Sebagai Kepala Perpustakaan, Dipilih saudara Muhammad Fuad S.T, S.Pd, dengan dibantu staff Dian Ratna Sari, S.Pd.SD, Kasnuri, A.Ma, dan Rumiasih A.Ma.Pd.
Menyikapi Semakin canggihnya Teknologi yang ada pada dewasa ini, kepala Perpustakaan "Griya Pustaka" SDN 2 Mojosari, Muhammad Fuad S.T, S.Pd manyatakan bahwa perpustakaan yang dikelolanya bersama staff-staffnya akan berbasis pada teknologi, sehingga transaksi tidak dilakukan lagi dengan cara konvensional dan manual. lebih lanjut, dia menyatakan bahwa Tim Pengelola Perpustakaan telah menyiapkan berbagai software pendukung untuk program perpustakaan berbasis teknologi ini. tak kurang, software semacam GDL (Ganesha Digital Library), Senayan, Hingga software pabrikan KNT (Kharisma Nusantara Teknologi) telah mereka persiapkan.
Lalu, bagaimana dengan persiapan-persiapan selanjutnya? kita sambung dalam postingan selanjutnya....

2 komentar:

  1. Bagus banget Blognya Pak Guru. Sedan,.seingat saya dekat pantai ya Pak. Dulu saya suka mancing disana. By the way, mslh Software Perpustakaan dari KNT, saya mencoba menginstalnya tapi kesulitan saat login, karena memerlukan username & Password yang tidak ada dlm panduan. Mungkin Bpk bisa membantu? Kirim via email ya Pak ke sdnkarangmojo@ymail.com

    BalasHapus
  2. Terima kasih untuk kunjungannya pak.. injeh.. Sedan memang Relatif dekat dengan pantai.. apalagi jika dari kragan… hehe.. maaf sebelumnya, baru sempat membalas komentar… berbulan-bulan ini tersiksa semua warga sekolah dikarenakan adanya akreditasi.. (hiperbola banget ya… pakai tersiksa segala.. hehehehe)
    Untuk KNT, memang tidak disediakan bagaimana cara untuk login, namun, coba memakai trik ini pak
    Untuk login sebagai Pustakawan, defaultnya adalah sebagai berikut :
    Username : adminsuper
    Password : 123456

    Dan untuk Anggota :
    1. Didaftarkan terlebih dahulu di : Kesiswaan – Daftar Siswa – Data Baru
    2. Kemudian didaftarkan di : Perpustakaan – Keanggotaan – Lihat Daftar Anggota – Data Baru
    3. No id Anggota akan menjadi username bagi Anggota (contoh : P-00001), dan Passwordnya adalah : 123456

    Software dari KNT memang sangat bagus pak, namun bagi kita yang tidak terbiasa, akan membuat kita sedikit harus belajar ekstra. Namun dari semua itu, disamping tampilannya yang menjanjikan, dan berbagai kelebihan yang dimiliki, akhirnya saya urung untuk memakainya. Alas an utamanya adalah jelas karena KNT ketika di install, maka akan langsung “mondok” di Local Disk system. Sehingga nantinya ketika computer yang kita gunakan mengalami masalah, dan harus di install ulang, dikhawatirkan data yang ada dan susah-susah kita entry akan terhapus.
    Karena berfikiran seperti itu, maka akhirnya saya cari aman saja. Memakai Sistem otomasi Perpustakaan yang Portable. Sehingga bisa disimpan dan diback up dengan mudah.
    Dan satu lagi, meski kita sudah memakai software system otomasi perpus yang paling canggih sekalipun, kita tetap harus menyediakan berbagai kelengkapan perpus secara manual, karena jika perpus kita mengikuti Lomba, penilaiannya masih menggunakan system penilaian lama, yakni, manual. Heeee….
    Semoga sukses pak….

    BalasHapus

Mungkin Anda Juga Harus Baca

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...