Klik Me...

Featured Video

Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2012

pulau muria (terpisahnya jawa tengah)


Berawal dari pelatihan Kepala Perpustakaan Sekolah yang diadakan oleh Pusda Rembang beberapa waktu yang lalu, ada salah satu wacana menarik yang disampaikan oleh bapak Edi Winarno, kepala Perpustakaan daerah Rembang. Dalam salah satu pengisian materi pada pelatihan tersebut, beliau mengungkapkan bahwa beliau sedang mencari buku yang mengangkat tentang pulau muria. Hmmm… jrengg… pikiran saia menerawang. Bukannya muria sekarang menjadi satu dengan daerah jawa tengah yang lain?? Kok bisa ada pulau muria?? Akhirnya saia bersemedi, dan berguru pada mbah gugel lagi.. setelah sekian lama, dan mengambil berbagai bukti yang sangat sedikit, akhirnya saia bisa mendapatkan berita terpercaya tentang keberadaan pulau muria ini. Ayok kita pelajari bersama-sama keberadaan pulau muria ini.

Pada tahun 1967, R Soekmono membicarakan lagi beberapa kesimpulan dari laporan Orsoy de Flines dan coba menelusuri kembali tepi pantai lama, serta meyakini Kota Medang Kuno yang sering disebut dalam berbagai prasasti abad ke-9 dan ke-10 —bahkan masih dikenang dalam beberapa dongeng— terletak di tepi Sungai Lusi, di selatan bukit-bukit Grobogan, dekat Desa Kuwu sekarang.

Di situlah agaknya terletak kota pelabuhan itu, pada bagian dalam muara yang dapat dimasuki kapal, tetapi jauh dari bangunan-bangunan suci di dataran Kedu. Untuk mendukung hipotesis yang baru dapat dibenarkan setelah diadakan penggalian sistematis di daerah itu, Soekmono mengingatkan suatu kutipan dalam Xin Tangshu tentang {sumber air asin alami{ yang menyangkut He-ling. Perlu diketahui, satu-satunya sumber air asin alami di Jawa itu hanya ada di Kuwu, dekat Sungai Lusi, tempat para petani mengambil garamnya sampai sekarang.

Jalan Raya Daendels
Kajian yang lebih mutakhir tentang kondisi sepanjang jalan raya pantura timur Jawa Tengah dilakukan Pramoedya Ananta Toer pada tahun 1995, dan diterbitkan dalam buku berjudul Jalan Raya Pos, Jalan Daendels. Pram menulis, Jalan Raya Daendels membentang 1.000 kilometer sepanjang utara Jawa, dari Anyer sampai Panarukan.

Sejak digunakan tahun 1809, jalan ini menjadi infrastruktur penting untuk selamanya. Jalan Daendels dibangun selama satu tahun (5 Mei 1808-1809). Menurut sumber Inggris, pembangunan jalan melalui kerja paksa (Rodi) ini menewaskan 12.000 orang rakyat kecil pribumi.
Yang menarik, Pram melukiskan jarak antara Jalan Raya Pos dan garis pantai. {Yang ada, barang dua ratus meter dari Jalan Raya Pos, di utara alun-alun Rembang, adalah jangkar besi yang cukup besar berdiri miring, dipagari kayu. Orang percaya, itulah jangkar salah satu dari 26 kapal armada Laksamana Besar Cheng Ho, yang berawak 1.000 orang setiap kapal, satu abad sebelum Belanda menjejakkan kakinya di Bumi Jawa{ (2005: 11-12).

Terakhir kali Pram melihat jangkar itu pada penghujung tahun 1930-an. Kini jangkar itu terletak di kawasan wisata Pantai Taman Kartini, persis di sisi utara jalan raya tengah Kota Rembang. Mengenai kondisi tanah yang dihadapi Daendels, Pram (2005: 26) bercerita, {Sedang waktu menggarap ruas Demak-Kudus memotong semenanjung Muria/Jepara, para pekerja berkaparan dalam meninggikan tanah di rawa-rawa Karanganyar (Demak—penulis), baik karena kelelahan, perlakuan keras, maupun malaria yang berabad menghantui Karanganyar.

Malahan semasa mengerjakan ruas ini, rawa-rawa Karanganyar sebagian merupakan tepian laut yang menjorok ke darat, lingkungan alam yang cocok jadi habitat buaya{. Disebutkan juga, saat pembangunan Jalan Raya Daendels sampai ke Demak, sejumlah besar sungai pantai kecil-mengecil mengadang para pekerja. Bahkan Demak dibelah Kali Tuntang yang sedang-sedang saja. Kendala lain, sebagian lokasi merupakan laut pedalaman, atau teluk-teluk dangkal, sehingga harus dilakukan pengurukan.

Daendels pun memutar otak, mencari strategi dalam menghadapi medan genangan air, untuk pembangunan jalan raya ini. Ia lalu memerintahkan penggalian kanal di utara jalan raya, bukan saja untuk mendapatkan tanah urukan, tetapi juga untuk menghubungkan Kali Serang di timur dan Kali Tuntang di barat. Daendels boleh bangga, karena mampu {mengeringkan{ sekitar 36.000 bau rawa dan diubah menjadi sawah. Meski demikian, kata Pram (2005: 94), banjir dan air genangan tetap mengancam wilayah rendah ini, baik selama dan setelah Daendels.

Banjir Semarang
Tentang Semarang yang juga selalu dihantui banjir, Pram menggambarkan, {Sejak dulu Semarang adalah daerah genangan Kali Garang. Untuk menyelamatkan kota yang berkembang di bidang ekonomi, industri dan administrasi, Belanda memotong sungai ini sebelum memasuki kota dalam bentuk kanal banjir, menjurus lurus ke utara sampai ke laut, dinamai Banjirkanal Barat. Sebab di timur kota juga digali yang lain, Banjirkanal Timur, untuk membuang luapan Kali Gempol{ (2005: 87-88) .

Tetapi ruas Kali Garang yang memasuki kota tetap mengancam Semarang sebagai daerah genangannya di musim hujan. Ruas sungai ini dinamai Kali Semarang. Secara periodik, biar pun telah ada kanal banjir di barat dan timur, Semarang tetap terkena banjir 30 tahunan. Dari sejumlah kajian sejarah tersebut dapat diperoleh gambaran, ruas jalan raya sepanjang pantura timur Jateng dulu adalah daerah genangan air. Wilayah ini, sebelum abad ke-17, adalah daerah perairan berupa selat yang menghubungkan Pulau Muria dan Pulau Jawa.

Ketika jaringan jalan raya Anyer-Panarukan yang dibangun Daendels melintasi Semarang-Demak-Kudus, rupanya sebagian besar merupakan daerah rawa, bisa jadi hasil pengendapan selat setelah abad ke-17. Dengan kata lain, struktur tanah di jalur Semarang-Demak-Kudus, Kudus-Pati-Rembang, dan Semarang-Demak-Grobogan adalah tanah muda yang belum stabil, sehingga rawan banjir, bergelombang, dan rawan amblas.
garis merah, perkiraan lokasi batas pantai pulau muria (Grafik gambar oleh sdn2mojosari.blogspot.com)
  Akhirnya, untuk membendung banjir dan kerusakan jalan di sepanjang pantura timur Jateng, sudah saatnya pemegang otoritas memelihara jalan berpikir bahwa medan yang sedang dihadapi adalah {bekas selat{ dan rawa-rawa yang diuruk dan dikeringkan. Dengan cara berpikir demikian, diharapkan pemeliharaan jalan raya pantura timur Jawa Tengah tidak lagi sekadar tambal sulam, namun harus lebih terencana dan terstruktur, didahului dengan kajian-kajian sejarah kondisi tanah yang dihadapi. Sampai di sini, tepatlah ungkapan Bung Karno: jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Kamis, 05 Juli 2012

tanda-tanda kiamat (ketika matahari digulung)


Bismillahrirrohmanirrohim...

Idza syamsu kuwwirot...

 “Ketika Matahari Digulung”
Itulah penggalan ayat pertama dari Q.S. At-Takwiir, juz 30. Hmm... surat ini merupakan salah satu surat yang membahas tentang kiamat dan kejadian-kejadian yang menyertainya. Dengan jelas, Allah SWT langsung menggebrak kita dengan ayat yang sangat fantastis, pun terletak di bagian pertama surat tersebut. Kira-kira, apa maksudnya ya?? Berhubung ini adalah bulan-bulan menjelang Romadlon, gak ada salahnya jika kita membahas ayat-ayat yang ada di Kitab maha sempurna yang bernama Al-Qur’an ini. Tentunya dengan kapasitas yang kita miliki. Dan, karena saia hanyalah orang yang tidak tahu apa-apa, maka pengetahuan yang saia tulis ini merupakan pengetahuan yang saia ketika mengaji dulu. Tepatnya ketika mengaji di Bapak Ahmad Sholeh Syarfan, yang biasa dipanggil Pak Mad atau Mbah Mad. (ini sih tidak lain dan tidak bukan merupakan bapak saia sendiri.xixixixixixixi)
reaksi kimiawi matahari

Okelah, kembali ke taufiq utama, eh, topik utama tentang Q.S. At-Takwir ayat 1 tersebut. Nanti (katane mbah Mad), ketika hari kiamat tiba, maka, matahari akan benar-benar digulung. Siapa yang meragukan? Siapa yang tidak percaya dengan kekuasaan Allah dalam melakukan segala hal? Apa sih susahnya bagi Sang Maha Segalanya untuk menggulung matahari? Tidak ada yang mustahil Dia lakukan. Namun, jika kita fikirkan dengan mendalam, ayat tersebut bukan hanya menggambarkan keadaan hari kiamat nanti, namun juga bisa dijadikan sebagai suatu penanda datangnya kiamat. Lho?? Maksudnya gimana iki??
Wes toh.. tak kandani sitik-sitik...
            “Digulung” (kawarotun) disini berarti seperti saat kita menggulung sebuah permadani, ataupun tikar. Kita tahu kan, posisi kita menggulung tikar atau permadani adalah dari satu sisi ke sisi yang lain. Berarti bentuknya seperti ini. 
gulungan permadani/karpet
 Hmmm... terbayang sesuatu tidak setelah melihat gambar diatas?? Kira-kira apa ya?? Yups betul.. ini adalah sketsa sederhana dari lampu Neon!!! Nah, sekarang jika kita hubungkan ayat pertama surat at-takwir tersebut jika berposisi sebagai tanda-tanda datangnya hari kiamat, maka kita sudah dapat menarik suatu kesimpulan yang mencengangkan. Makna tersamar dari “digulung” disini jelas, cahaya “matahari” digulung dan dimasukkan dalam sebuah tabung yang bernama lampu neon. Sadar tidak, ayat ini turun tahun 600an masehi, 14 abad atau 1.400 tahun yang lalu, yang sama sekali pasti tidak dijumpai lampu neon secuil pun. Lalu, darimana Qur’an tahu, jika memang Bukan wahyu dari Allah sang penguasa Alam semesta?? Tentu orang-orang pada waktu itu ada yang tidak mempercayai bahwa suatu ketika matahari akan digulung, baik itu digulung sebenarnya saat kiamat, ataupun digulung cahayanya sebagai tanda mendekatnya hari kiamat.
red rose of sun..

Poin kedua jika kita meletakkan ayat pertama dari surat tersebut sebagai tanda-tanda datangnya kiamat adalah, kita harus mulai tersadar, bahwa proses datangnya kiamat telah semakin sempurna, salah satunya dengan telah “digulung” nya matahari, yang dimulai dari cahaya yang dia miliki. Jadi, mari kita bersiap dan mari kita perdalam pengetahuan kita tentang ayat-ayat yang terkandung dalam al-Qur’an, karena seringkali Allah cantumkan dalam kitabNya, Kitab ini adalah diperuntukkan bagi mereka yang beriman dan berakal..



Lain kali, mari kita bahas ayat-ayat yang lain... gomen nasai...
terima kasih untuk bapakku.. yang telah mengajarkan ini kepadaku.. :)

Rabu, 04 Juli 2012

malam nishfu sya'ban, akhir catatan amal tahunan

Nishfu sya’ban berarti malam pertengahan bulan sya’ban. Bisa diartikan sebagai malam purnama pada bulan sya’ban. Seringkali kita mendengar istilah ini, namun kita tidak mengetahui hal-hal menarik yang ada mengenai malam ini. Bagi kita, seringkali mendapatkan SMS yang berisikan permintaan maaf saat nishfu sya’ban atau menjelang nishfu sya’ban. Memang, hal ini tidaklah mengherankan. Karena pada malam nishfu sya’ban, amal perbuatan kita pada satu tahun belakangan ini akan ditutup, dan akan digantikan dengan lembaran catatan amal yang baru. Lalu mengapa kita meminta maaf?? Yah, kita sudah tahu, impian seorang muslim adalah khusnul khotimah. Jadi, disini catatan amal kita selama setahun ini kita ibaratkan saja dengan hidup kita. Kita tahu, Jika hidup kita berakhir dengan khusnul khotimah dan kalimat terakhir kita adalah laa ilaaha illallaah, maka neraka diharamkan atas kita, begitupun dengan perbuatan kita selama setahun ini. Jika dari awal tahun hingga menjelang akhir tahun kita hanya mengisinya dengan menyakiti orang lain, lalu saat penutupan amal kita kita mendapatkan maaf dari teman-teman ataupun orang-orang yang telah kita sakiti, maka, akhir tahun yang “khusnul khotimah” akan kita dapatkan. Hehehehehe... (ini alasan yang paling tepat bagi orang-orang yang sukanya menyakiti orang lain sepanjang tahun. xixixixixixi)
chubby angel...

          Lalu kapan catatan amal kita ditutup dan kapan pula catatan amal kita diganti dengan yang baru lagi?? Dalam islam, kita semua tahu, bahwa hari dimulai saat menjelang malam. Tepatnya adalah setelah ashar. Jika dalam novel Lynn Sholes kita mengenal istilah malaikat Fumriel, sang malaikat jam sebelas (malaikat yang menguasai waktu pukul sebelas), maka dalam islam, kita mempunyai lebih banyak lagi malaikat yang hebat dengan tugas-tugasnya yang sangat hebat pula. Salah satunya adalah malaikat pencatat amal harian kita, yang saling bergantian mencatat segala amal perbuatan kita. Masing-masing dari mereka mempunyai waktu kerja sendiri-sendiri. Istilah kerennya mempunyai shift jaga masing-masing. Dan mereka bergantian naik-turun ke langit, sesaat setelah waktu ashar tiba. Tentunya dengan membawa catatan amal perbuatan kita sehari ini. Lalu apa hubungannya dengan nishfu sya’ban??
Sabar leh sabarrrrr........
Karena nishfu sya’ban adalah hari terakhir dalam pencatatan amal kita selama satu tahun, maka tepat pada sore hari itu, setelah ashar tiiiiiiit, buku amal kita dibawa naik ke langit dan disetorkan ke pihak yang berwenang. (kabarnya sih di lauh al mahfudtz)..
nishfu sya'ban....

          Nah, setelah ganti shift, malaikat yang turun ke bumi untuk menggantikan malaikat yang tadi, juga membawa buku catatan amal untuk hari berikutnya. Namun seperti yang telah dijelaskan dengan tidak jelas dibagian atas itu, karena nishfu sya’ban adalah akhir dari catatan amal tahunan, maka malaikat yang turun setelah ashar membawa lembaran buku catatan amal untuk setahun yang akan datang. Hemmmm.... jadiiii.... kesimpulannya, saat ashar berkumandang pada sore menjelang nishfu sya’ban, catatan amal kita setahu kemarin ditutup, dan, dimulailah catatan amal kita untuk setahun yang akan datang, dan ditutup nanti saat ashar berkumandang dimalam menjelang nishfu sya’ban tahun yang akan datang..
fallen angel...

          Nah, dari uraian yang tidak jelas tersebut, saia sebagai orang keren disini mengajak semua yang membaca, untuk segera meminta maaf pada orang-orang yang telah kita sakiti, kepada binatang-binatang yang kita aniaya, kepada ayam-ayam yang menjadi korban keganasan kita, kepada kambing-kambing yang kita mutilasi, kepada bebek-bebek yang terpanggang karena ulah kita, kepada semut-semut yang mati terinjak, kepada lalat-lalat yang kita iming-imingi saat kita melet-melet maem es krim, kepada anak-anak sapi yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya kita makan, kepada siapapun yang telah kita sakiti,dan satu lagi, bagi siapapun yang mempunyai salah kepada saia, kalian semua telah saia maafkan jauh sebelum meminta maaf pada saia, dan jika saia mempunyai salah kepada kalian, simpan saja sebagai kenang-kenangan.. okeee.... Gomen Nasaiiiiiii.......... moshimoshi....

Jumat, 08 Juni 2012

Keutamaan Bulan Rajab

Kata Rajab, berasal dari kata “Tarjiibun” yang artinya adalah mengagungkan. Dan ada yang mengatakan “Al-‘Ashobu” sebab, pada bulan ini, rahmat selalu dilimpahkan/ dijatuhkan (konotasinya adalah Al-Ashobu). Kepada mereka yang bertaubat dan menerbitkan sinar bagi mereka yang beramal. Ada yang mengatakan bulan “al-“ashoum” (tuli) sebab dalam tradisi arabiyah, pada bulan tersebut tidak terdengan adanya peperangan. Menurut riwayat lain, rajab adalah nama sebuah sungai yang mengalir di surga, airnya putih seperti susu, lebih manis daripada madu, dan lebih sejuk daripada es. Tidak diperkenankan siapapun untuk meminum airnya kecuali mereka yang ahli dalam puasa rajab. Nabi SAW bersabda, “bulan rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Romadlon adalah bulan Ummatku”
Beberapa ahli isyarah menyatakan “rajab terdiri dari 3 huruf. Ra, jim, dan ba. Ra singkatan dari Rahmatullah (Rahmat Allah), Jim berarti Jaromil ‘abdi (usaha seorang hamba), dan ba untuk Birrullah (kebaikan Allah)”. Allah ta’ala juga berfirman, “Aku menjadikan Usaha HambaKu diantara RahmatKu dan kebaikanKu”
Dari abu Hurairah ra. Bahwa nabi SAW bersabda: “barangsiapa berpuasa di bulan rajab 27 hari akan ditulis puasanya sebesar pahala berpuasa 60 bulan”. Pada bulan inilah malaikat jibril turun pertama kali kepada nabi Muhammad saw dengan membawa risalahNya, dan pada bulan ini pula nabi Muhammmad SAW diperjalankan dalam isro’ dan mi’roj.
Nabi SAW bersabda: “ingatlah sesungguhnya bulan rajab adalah bulan yang peka, barangsiapa pada bulan tersebut berpuasa sehari karena iman dan mencari pahala Allah, maka dia akan memperoleh keridhoaanNya yang sangat besar”

Ada yang berkata: “Allah memperindah bulan Rajab, sama dengan indahnya 3 bulan suci lainnya”
“.... diantaranya ada empat bulan yang suci (diharamkan berperang pada bulan-bulan tersebut, yakni Dzulqoidah, Dzulhijjah, muharrom dan rajab)” (Q.S 9, At Taubah: 36)
Diriwayatkan: bila datang sepertiga malam di awal jum’at pada bulan rajab, para malaikat senantiasa beribadah untuk memintakan ampun setiap hamba Allah yang berpuasa di bulan Rajab. Dari Annas Ra. Bahwa nabi Muhammad bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari di bulan haram, akan dicatat ibadahnya seperti selama 900 tahun”
Diriwayatkan oleh Imam Dailami, dari Aisyah ra, ia mendengar Rasulullah bersabda “Allah melimpahkan kebaikan dengan amat sangat melimpah pada empat malam: yakni malam Nisfu Sya’ban, malam Idul Fitri, Malam Idul Adha, dan melam pertama bulan Rajab”
Ad Dailami juga meriwayatkan dengan sanad dari abu Umamah ra. Bahwa nabi SAW bersabda: “ada lima malam, dimana do’a pasti dikabulkan, yakni: malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, malam Jum’at, malam hari raya Idul Fitri, dan malam hari raya Idul Adha.”

(diterjemahkan kembali dari Mukasyafatul Qulub, Imam Al-Ghozali, Bab 73, Keutamaan Bulan Rajab)
armADA_11

Minggu, 03 Juni 2012

Tentara allah di gaza


Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza.
Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.

Kejadian - Kejadian Aneh Dan Misterius Seputar Perang Gaza.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Wartawan kami, Thoriq, merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti. ***

Pasukan 'Berseragam Putih' di Gaza


Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

SuaraTak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.


Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya

Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”


Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***

Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh


Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”


Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

Kabut pun Ikut Membantu


Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.


Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

Selamat dengan al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).


Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

Harum Jasad Para Syuhada

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”


Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)


Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus,” katanya kepada islamonline.net (2/2/ 2009).

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.

“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka,” ungkapnya. (http://nur-muslim.blogspot.com)  

izrail malaikat pencabut nyawa??


Masih kita temukan, seorang guru agama atau TPA yang bertanya kepada anak didiknya, “Ada berapa jumlah malaikat?” Kemudian anak didiknya pun menjawab serentak dengan yakin, “Sepuluh….!” Dan sang guru dengan tenangnya manggut-manggut membenarkan. Jika ada yang menjawab “nggak tahu”, maka malah inilah yang benar. Jumlah malaikat seluruhnya hanya Allahlah yang mengetahuinya, dan tidak ada dalil yang menyebutkan hal itu. Sepuluh malaikat yang sering disebutkan itu hanyalah malaikat yang diketahui namanya dan tugasnya secara spesifik berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran dan Hadits.
Bagaimana anda bisa yakin bahwa jumlah malaikat itu ada 10 jika malaikat penjaga neraka Saqor saja ada 19?
“Taukah kamu apa neraka Saqor itu? Saqor itu tidak meninggalkan dan tidak pula membiarkan. Saqor adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada 19 (malaikat penjaga). Dan tiada kami jadikan penjaga itu melainkan seorang malaikat.” (Al-Mudatsir: 28)
Lagian, ketika perang badar Allah menurunkan 1000 malaikat.
“Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian 1000 malaikat yang dating berturut-turut.” (Al-Anfal:9)
Malahan Rasulullah Saw memberitakan bahwa di langit ada Al-Baitul Ma’mur yang setiap harinya dimasuki 70 ribu malaikat, setelah mereka keluar darinya, tidak kembali lagi. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Al-Baitul Ma’mur (Rumah di langit ke tujuh yang dikelilingi malaikat) dalam setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat dan mereka tidak keluar daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim). Nah, malah lebih banyak
kan?
Jika pertanyaan di atas diganti menjadi “Ada berapa jumlah malaikat yang kita ketahui jumlah dan tugasnya?” maka jawaban “Sepuluh..!” bisa menjadi benar. Namun untuk jumlah seluruh malaikat di alam semesta ini hanya Allah-lah yang mengetahuinya.
Nama malaikat pencabut nyawa
Sekedar tambahan, hampir semua muslim jika ditanya “Siapakah nama malaikat pencabut nyawa?” mereka akan menjawab dengan serentak “Izrail!!!” dan yang bertanya pun biasanya membenarkan saja.
Sayangnya nama Izrail sebagai malaikat pencabut nyawa itu tidak pernah disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits yang shahih. Malaikat pencabut nyawa dalam Al-Quran dan Hadits diberi nama Malaikat Maut. Allah Ta’ala berfirman:
“Katakanlah, malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) kalian akan mematikan kalian.” (As-Sajdah: 11)
Lho, lalu darimana nama Izrail itu dicomot untuk identitas malaikat pencabut nyawa? Syaikh Al-Albani seorang ulama hadits, mengatakan bahwa nama Izrail berasal dari hadits-hasits Israiliyat (hadits yang berasal dari ahli kitab yang diragukan kebenarannya).
Begitulah kenyataan dan kebenarannya. Kanyataan yang adalah masih baynak kaum muslimin yang belum betul dalam beriman kepad malaikat Allah Ta’ala. Sedangkan apa yang mereka yakini jauh dari kebenaran yang terdapat dalam Al-Quran dan As-Sunnah.
Wallahu a’lam bishshawab………

http://filsafat.kompasiana.com/2010/04/13/rahasia-besar-dari-malaikat-yang-jarang-terungkap/

Rahasia kelemahan iblis dan syetan



> Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.
>
> Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanyaRasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras."
>
> Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.
>
> Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),
>
> "Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" Maka jawab Nabi dengan marah, "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.
>
> Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?"
>
> Taklimat Iblis, "Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya."
>
> Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, "Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu."
>
> Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.
>
> Pertanyaan Nabi (1):
> "Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?"
>
> Jawab Iblis:
> "Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini."
>
> Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, "Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubahdiriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dansuara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.
>
> Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku."
>
> Pertanyaan Nabi (2):
> "Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?"
>
> Jawab Iblis:
> "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
>
> Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
>
> Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat."
>
> Pertanyaan Nabi (3):
> "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?"
>
> Jawab Iblis:
> "Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.
>
> Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.
>
> Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.
>
> Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut.
>
> Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut."
>
> Pertanyaan Nabi (4):
> "Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?"
>
> Jawab Iblis:
> "Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku"
>
> Pertanyaan Nabi (5):
> "Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?"
>
> Jawab Iblis:
> "Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.
>
> Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman."
>
> Pertanyaan Nabi (6):
> "Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?"
>
> Jawab Iblis:
> "Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya."
>
> Pertanyaan Nabi (7):
> "Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?"
>
> Jawab Iblis:
> "Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."
>
> Pertanyaan Nabi (8):
> "Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?"
>
> Jawab Iblis:
> "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam
mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa."
>
> Pertanyaan Nabi (9):
> "Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?"
>
> Jawab Iblis:
> "Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk."
>
> Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.
>
> Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'.
>
> Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid."
>
> Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya."
>
> Pertanyaan Nabi (10):
> "Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"
>
> Jawab Iblis:
> "Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat." Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.
>
> Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."
>
> Pertanyaan Nabi (11):
> "Siapa yang serupa dengan engkau?"
>
> Jawab Iblis:
> "Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam."
>
> Pertanyaan Nabi (12):
> "Siapa yang mencahayakan muka engkau?"
>
> Jawab Iblis:
> "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji."
>
> Pertanyaan Nabi (13):
> "Apakah rahasia engkau kepada umatku?"
>
> Jawab Iblis:
> "Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari."
>
> Pertanyaan Nabi (14):
> "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?"
>
> Jawab Iblis:
> "Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang."
>
> Pertanyaan Nabi (15):
> "Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?"
>
> Jawab Iblis:
> "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu', maka padamlah marahnya."
>
> Pertanyaan Nabi (16):
> "Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?"
>
> Jawab Iblis:
> Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."
>
> Pertanyaan Nabi (17):
> "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"
>
> Jawab Iblis:
> "Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya', aku beratkan hatinya untuk sholat."
>
> Pertanyaan Nabi (18):
> "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?"
>
> Jawab Iblis:
> "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam."
>
> Pertanyaan Nabi (19):
> "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?"
>
> Jawab Iblis:
> "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"
>
> Pertanyaan Nabi (20):
> "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?"
>
> Jawab Iblis:
> "Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu'"

> # Komunitas Santri Virtual #
> # http://www.kotasantri.com #


Rabu, 09 Mei 2012

RAHASIA BISMILLAH


“AWALI SEGALA SESUATU DENGAN MENGUCAPKAN BISMILLAH..”

Kita pasti seringkali mendengar, dan mengetahui istilah yang sangat familiar diatas. Awali dengan bismillah. Ya, itulah yang diajarkan kepada kita oleh guru-guru kita, oleh ustadz kita, oleh bapak kyai, orang tua, dan juga oleh siapapun. Dan kita, dengan mentah-mentah mengikuti anjuran itu, karena yakin dengan kehebatan dan kandungan yang ada pada kalimat pembuka bagi segala hal yang baik didunia ini, tanpa mencoba untuk menguak rahasia apa yang dikandung dalam kalimah tersebut.

Tapi, pernahkan kita berfikir, mengapa kita harus mengucapkan bismillah sebelum memulai sesuatu?? Apakah pernah kita befikir, mengapa bismillah begitu dianjurkan untuk diucapkan?? Dan pernahkah kita befikir, seberapa hebatkah sebuah kalimat yang berbunyi “bismillah” ini?? Marilah kita berifkir bersama. Mari kita cari tahu mengapa bismillah begitu dianjurkan untuk dibaca.

Semuanya berawal pada hari itu... hari yang aku lupa tanggal dan harinya.. hehehe.. tapi masih ingat dengan waktunya yang habis maghrib. Seperti biasa, malam itu selepas maghrib aku nyungsep dikamar untuk melakukan rutinitas malam-an. Yakni “glimbungization” (glimbung berarti rebahan, mendapat tambahan “ization” berarti proses. Jadi glimbungization berarti proses menuju rebahan.. *bahasa inggris jawa ini). Sambil rebahan dikamar, aku mendengar bapak sedang mengajar murid-muridnya mengaji di ruang depan. Kebetulan waktu itu sedang membahas tentang bismillah. Inti sari dari pengajian yang bapak sampaikan kepada muridnya adalah sebgai berikut:

“mengapa bismillah begitu penting diucapkan sebelum kita melakukan aktivitas?? Mengapa kita dianjurkan mengucapkannya??” *begitu kira-kira. (tapi tentunya kata-kata itu diucapkan bapak dengan menggunakan bahasa jawa. Tapi karena aku tidak bisa berbahasa jawa, ya tak tulis aja pakai bahasa indonesia..xixixixixi)

“Bismillah adalah kalimah yang berisi seluruh rahasia Allah dilangit dan dibumi.. rangkuman dari semua yang pernah Allah wahyukan kepada para Nabi dan Rasul, untuk disampaikan kepada manusia..” lalu, mengapa Bismillah begitu dahsyat?? “Allah selalu mengirim nabi dan rasul pada setiap bangsa, pada setiap kaum.. dan hanya 25 nabi yang tercantum dalam al-qur’an.. selain 25 nabi itu, tentulah ada yang tidak disebutkan.. Allah juga menurunkan ‘shuhuf’ (lembaran-lembaran yang berisi wahyu Allah) dan kitab yang berjumlah 104”. Sebanyak 60 shuhuf, diturunkan kepada Nabi Syits (anak nabi Adam dan dalam beberapa silsilah disebut pula sebagai kakek dari bapak nabi Nuh), kemudian 30 Shuhuf, diturunkan kepada Nabi Ibrahim, 10 Shuhuf kepada Nabi Musa (Bukan Taurat, tapi ini lebih dikenal dengan 10 Perintah Allah / Ten Commandment). Jadi, total Shuhuf yang diturunkan oleh Allah adalah 60 (Nabi Syits. A.s) + 30 (Nabi Ibrahim. A.s) + 10 (nabi Musa A.s) = 100 shuhuf.

Sedangkan untuk kitab, kita sudah tahu, ada 4 kitab yang Allah turunkan. Yakni, Taurat kepada nabi Musa, Zabur (Mazmur/Pujian/Tasbih) kepada nabi Daud, Injil Kepada Isa A.s (Yoshua Al-mahasiah / Yesus), dan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad. SAW. Lalu, apa hubungannya dengan bismillah?? Perlu diketahui, Semua shuhuf dan kitab yang Allah turunkan tersebut isinya telah terrangkum dalam kitab suci terakhir, yakni Al-Qur’an, dan isi dari al-Qur’an tersebut telah terrangkum dalam ummul Kitab, yakni Surah Al-fatikhah, dan isi dari Fatikhah terrangkum dalam 1 kalimah, yakni Bismillahirrohmanirrohim.

-          Shuhuf nabi Syits + Shuhuf nabi Ibrahim + shuhuf nabi Musa + taurat + zabur + injil = semuanya ada di Al-Qur’an sebagai penyempurna
-          Al-Qur’an intinya ada pada surah al-fatikhah
-          Al-fathikhah intinya ada pada bismillahirrohmanirrohim

Sedangkan kita tahu, semua shuhuf dan Kitab yang Allah Turunkan berisi semua rahasia untuk menggenggam dunia serta akhirat, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, sosial, angkasa raya, sejarah, kesuksesan, dll, tapi semua itu telah terrangkum dalam satu kalimah...
Jadi, masih ragu dengan kedahsyatan kata Bismillahirrohmanirrohim yang mampu membuka semua jalan kita dan mengguncang Arsy??
Mari awali segala sesuatumu dengan Bismillah...

Rembang, Mei 2012
armADA_11

Rabu, 18 April 2012

Muhammad Yang Agung

Rahasia dibalik nama Muhammad, dimana banyak makna yang tersirat dalam kebesaran nama yang sederhana itu. entah apakah ini merupakan salah satu mukjizat atau sekedar kebetulan saja, bahwa ada fakta menarik di abjad/huruf-huruf yang tersusun dari nama itu:

1. Kata Muhammad, jika kita gabungkan dalam bentuk normal mim ha mim dal, maka akan menjadi sebuah sekesta seorang manusia. sudah maklum adanya bahwa sebaik-baik mahluk / ciptaan yang pernah diciptakan oleh Tuhan di alam semesta ini adalah manusia dengan kelebihan aqal mereka, sementara mahluk lain hanyalah hayawan dan planet-planet yang penuh rahasia.

Manusia Sempurna:

2. kata Ahmad, jika kita cermati satu-persatu hurufnya mak huruf-huruf itu akan mennggambarkan sosok orang yang sedang melakukan sholat, tahukah kita bahwa sholat merupakan sebaik-baik doa dan ibadah yang pernah diperintahkanNya.

Ahmad Terpisah:
3. Kata Muhammad jika digabungkan huruf-hurufnya maka akan berbentuk layaknya manusia yang sedang sujud dalam shalat. dalam ritual sholat Sujud merupakan inti dari semua rukun-rukunnya, karena pada saat sujud manusia menundukkan 8 bagian tubuhnya di bumi bukti kepasrahan total kepada sang pencipta. hmmm betapa rahasia Tuhan sangat menggetarkan hati, saya yakin masih banyak tersirat rahasia-rahaisa lain dibalik sosok, nama dan semua yang berkaitan dengan sang kekasih sejati 'Habibullah: Muhammad'. Bgeitulah hasil temuan situs woamu.mangaku.net
undefined


http://pengetauanblog.blogspot.com/2012/02/rahasia-dibalik-nama-muhammad.html

Mungkin Anda Juga Harus Baca

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...